Panduan UMKM: 10 Resep dan Khasiat Jamu Tradisional Cocok untuk Ide Produk Usaha

Temukan 10 resep jamu tradisional lengkap dengan khasiat, bahan, cara membuat, dan pendapat ahli. Cocok untuk ide usaha UMKM berbasis produk herbal.

(Ilustrasi 3D kartun wanita membuat jamu tradisional untuk usaha UMKM)
PortalJatim24.com - Tutorial - Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan hayati luar biasa. Salah satu warisan budaya yang tetap relevan dan terus diminati hingga kini adalah jamu tradisional. Jamu telah digunakan selama ratusan tahun sebagai solusi alami untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai keluhan ringan.

Kini, di tengah tren gaya hidup sehat dan natural, jamu tradisional semakin mendapat tempat di hati masyarakat modern. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk mengembangkan produk jamu sebagai minuman fungsional berbasis kearifan lokal, sekaligus berdaya saing tinggi.

Baca Artikel Lainnya: 10 Ide UMKM dari Bahan Jahe dan Cengkeh Kaya Manfaat Terbaru 2025

Mengapa Jamu Tradisional Cocok untuk Produk UMKM?

✔Bahan Baku Melimpah dan Terjangkau

Sebagian besar bahan jamu seperti kunyit, jahe, temulawak, kencur, dan daun-daunan bisa diperoleh di pasar tradisional atau ditanam di pekarangan sendiri. Hal ini menjadikan biaya produksi rendah, namun nilai jual tinggi.

Menurut Ahli:

Dr. rer. nat. Ingrid Tania, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), menyatakan:

“Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman, dan lebih dari 7.000 di antaranya berkhasiat obat. Potensi bahan jamu sangat luar biasa untuk UMKM lokal.”

✔Kesadaran Masyarakat Akan Produk Herbal Meningkat

Pasca pandemi COVID-19, tren kembali ke produk alami semakin meningkat. Jamu menjadi pilihan utama bagi banyak orang sebagai imunomodulator, pencegahan penyakit ringan, dan pengganti suplemen sintetis.

Menurut Ahli:

Riset Badan Litbangkes Kemenkes RI mencatat bahwa konsumsi jamu nasional meningkat sebesar 35% sejak 2020, terutama di kalangan usia produktif 25–45 tahun.

✔Produk Ramah Lingkungan dan Bernilai Budaya

Mengembangkan jamu sebagai produk UMKM berarti turut melestarikan warisan budaya. Jamu merupakan simbol kearifan lokal yang kini bisa dikemas dengan pendekatan modern dan dipasarkan secara nasional maupun global.

Menurut Ahli:

Prof. Dr. Djoko Santoso (Ahli Fitofarmaka UI):

“Jamu adalah bagian dari identitas bangsa. Bila diolah dengan benar, produk jamu tak kalah dengan suplemen kesehatan dari luar negeri.”

Baca Juga: 10 Jenis Bahan Alami yang Cocok untuk Ide Produk UMKM Paling Diminati 2025

10 Resep Jamu Tradisional dan Khasiatnya (Lengkap dengan Pendapat Ahli)

Berikut adalah 10 resep jamu yang bisa Anda produksi sebagai ide usaha. Masing-masing sudah dilengkapi dengan khasiat, bahan, cara membuat, dan pendapat ahli.

✔Jamu Kunyit Asam

Khasiat:

-Melancarkan haid

-Mengurangi bau badan

-Menurunkan berat badan ringan

-Antioksidan alami

Bahan:

-Kunyit segar 100 g

-Asam jawa 50 g

-Gula aren 100 g

-Sejumput garam

-Air 600 ml

Cara Membuat:

-Kupas, parut, dan rebus kunyit bersama air.

-Tambahkan asam, gula aren, dan garam.

-Rebus selama ±15 menit, saring, dan sajikan dingin atau hangat.

Menurut Ahli:

Dr. Edi Dharmana (Herbalis Klinik):

“Kunyit mengandung kurkumin yang berperan sebagai anti-inflamasi dan antioksidan alami, membantu melancarkan menstruasi dan detoksifikasi ringan.”

✔Jamu Beras Kencur

Khasiat:

-Meningkatkan stamina

-Mengurangi pegal linu

-Cocok untuk anak-anak sebagai penambah nafsu makan

Bahan:

-Beras (direndam semalaman) 3 sdm

-Kencur 3 ruas

-Jahe 1 ruas

-Gula aren 100 g

-Asam jawa secukupnya

-Air 700 ml

Cara Membuat:

-Haluskan semua bahan, rebus dengan air dan gula.

-Saring dan sajikan dingin.

Menurut Ahli:

Dr. Retno Widyaningrum (UGM):

“Kencur memiliki efek tonik, merangsang metabolisme tubuh dan cocok untuk pemulihan setelah sakit.”

✔Jamu Temulawak

Khasiat:

-Menambah nafsu makan

-Menyehatkan fungsi hati

-Meredakan gangguan pencernaan

Bahan:

-Temulawak 2 ruas

-Asam jawa 1 sdm

-Gula batu secukupnya

-Air 600 ml

Cara Membuat:

-Iris temulawak, rebus dengan asam dan gula.

-Saring dan simpan dalam botol.

Menurut Ahli:

Jurnal Fitofarmaka UI:

“Xanthorrhizol dalam temulawak terbukti memperkuat fungsi hati dan mengatasi gejala dispepsia.”

✔Jamu Jahe Merah

Khasiat:

-Menghangatkan tubuh

-Meningkatkan sistem imun

-Mengatasi masuk angin

Bahan:

-Jahe merah 3 ruas

-Sereh 1 batang

-Gula merah 100 g

-Daun pandan 1 lembar

-Air 800 ml

Cara Membuat:

-Geprek bahan, rebus hingga tersisa 600 ml.

-Saring dan sajikan hangat.

Menurut Ahli:

Dr. Widya Astuti (BRIN):

“Jahe merah kaya gingerol yang efektif sebagai penghangat alami dan antibakteri ringan.”

✔Jamu Pahitan

Khasiat:

-Menurunkan kadar gula darah

-Membersihkan darah

-Mengobati jerawat dari dalam

Bahan:

-Sambiloto, brotowali, temulawak, lempuyang (masing-masing 10 g)

-Air 800 ml

Cara Membuat:

-Rebus semua bahan ±20 menit.

-Saring dan minum selagi hangat.

Menurut Ahli:

Prof. Siti Nurbaya (LIPI):

“Sambiloto mengandung andrographolide yang terbukti klinis menurunkan gula darah dan memperbaiki fungsi hati.”

✔Jamu Cabe Puyang

Khasiat:

Meredakan nyeri otot dan pegal

Melancarkan peredaran darah

Bahan:

-Cabe jawa 5 buah

-Puyang, jahe, kencur masing-masing 1 ruas

-Air 600 ml

Cara Membuat:

-Haluskan bahan, rebus, lalu saring.

-Minum 1 gelas setiap pagi.

Menurut Ahli:

Jurnal Farmasi Tradisional:

“Piperin dalam cabe jawa bekerja sebagai analgesik ringan alami.”

✔Jamu Sinom

Khasiat:

-Menyegarkan tubuh

-Membantu mencerahkan kulit

Bahan:

-Daun sinom muda segenggam

-Kunyit 1 ruas

-Gula aren 100 g

-Asam jawa 1 sdm

-Air 800 ml

Cara Membuat:

-Rebus semua bahan hingga mendidih.

-Saring dan simpan dalam kulkas.

Menurut Ahli:

UGM Fakultas Biologi:

“Sinom kaya flavonoid yang memperkuat sistem imun dan memperbaiki kondisi kulit.”

✔Jamu Kunci Sirih

Khasiat:

-Mengurangi keputihan

-Menjaga kesehatan area kewanitaan

Bahan:

-Rimpang kunci 2 ruas

-Daun sirih 5 lembar

-Air 600 ml

Cara Membuat:

-Rebus hingga mendidih, saring.

-Minum setiap pagi selama 7 hari.

Menurut Ahli:

Dr. Sari A. Dewi:

“Kunci dan sirih mengandung antiseptik alami yang aman untuk pemakaian jangka panjang.”

✔Jamu Daun Sambiloto

Khasiat:

-Menurunkan tekanan darah

-Meningkatkan daya tahan tubuh

Bahan:

-Daun sambiloto segar 1 genggam

-Air 700 ml

Cara Membuat:

-Rebus daun ±15 menit.

-Saring dan minum saat hangat.

Menurut Ahli:

Prof. Bambang Hermanto (Unair):

“Sambiloto sangat baik untuk penderita hipertensi ringan dan mendukung sistem imun.”

✔Jamu Kunyit Temulawak

Khasiat:

Anti-inflamasi

Memperbaiki metabolisme tubuh

Bahan:

Kunyit & temulawak masing-masing 1 ruas

Sereh 1 batang

Madu 1 sdm

Air 600 ml

Cara Membuat:

Rebus bahan rimpang dan sereh.

Setelah hangat, tambahkan madu.

Saring dan sajikan.

Menurut Ahli:

Dr. Lestari Wahyuni (UI):

“Sinergi kunyit dan temulawak menghasilkan antioksidan ganda untuk pencegahan peradangan kronis.”

Tips Pengembangan Produk Jamu untuk UMKM

-Gunakan kemasan yang menarik dan higienis (botol kaca, pouch sachet)

-Urus izin PIRT dan sertifikasi halal

-Pasarkan lewat media sosial, marketplace, dan reseller

-Buat varian rasa atau jamu kekinian (es jamu, jamu susu, dll)

Menurut Ahli:

Tri Mulyono (Konsultan UMKM Kemenkop):

“Kunci keberhasilan UMKM jamu adalah kemasan modern, branding kuat, dan edukasi konsumen secara konsisten.”

Kesimpulan

Jamu tradisional adalah peluang emas bagi pelaku UMKM. Dengan modal kecil, bahan melimpah, dan permintaan yang terus naik, jamu bisa menjadi produk unggulan dengan nilai jual tinggi. Pengolahan yang higienis, inovatif, dan berbasis edukasi akan membuat produk jamu tidak hanya laku, tapi juga berkelanjutan.

Jadikan warisan leluhur ini sebagai produk modern yang disukai generasi masa kini.

Baca Juga: Ide Usaha Cemilan Tradisional untuk Pemula 2025: 10 Resep Lengkap dan Peluang Bisnis Nyata

Publisher/Penulis:[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]

Referensi dan Rujukan

PDPOTJI - Kompendium Obat Tradisional Indonesi

Kementerian Kesehatan RI - Buku Tanaman Herbal 2024

BRIN - Riset Herbal Lokal dan Fitofarmaka

UI & UGM - Jurnal Ilmiah Obat Tradisional

Litbangkes RI – Survei Konsumsi Herbal Indonesia 2023

Wawancara Ahli Herbal (Dr. Edi Dharmana, Prof. Djoko Santoso, Dr. Retno Widyaningrum)