Panduan Lengkap Memahami Konsep Blockchain untuk Mahasiswa Informatika
![]() |
| (Ilustrasi 3D mahasiswa informatika mempelajari konsep blockchain dan teknologi terdesentralisasi) |
Bagi mahasiswa Informatika, blockchain bukan sekadar topik populer, tetapi wadah nyata penerapan ilmu inti informatika, seperti struktur data, algoritma hashing, kriptografi, jaringan komputer, dan sistem terdistribusi.
Artikel ini disusun agar mahasiswa mampu memahami blockchain dari konsep dasar, cara kerja, hingga contoh implementasi teknis sederhana.
Baca Artikel Lainnya: 10 Cara Dasar Membuat Web Server Sederhana untuk Praktikum Mahasiswa IT
✅Pengertian Blockchain dalam Ilmu Informatika
✔Definisi Blockchain
Blockchain adalah sistem pencatatan data digital yang tersusun dalam bentuk blok-blok data yang saling terhubung secara kriptografis dan disimpan di banyak komputer (node) dalam sebuah jaringan terdistribusi.
Menurut Satoshi Nakamoto, blockchain adalah buku besar digital (distributed ledger) yang memungkinkan transaksi elektronik berlangsung secara peer-to-peer tanpa perantara.
Menurut Rinaldi Munir (ITB), blockchain dapat dimodelkan sebagai struktur data berantai (linked list) yang setiap elemennya diamankan dengan fungsi hash.
Makna Informatika:
- Blockchain = Linked List + Hash + Distributed System
- Setiap perubahan data dapat terdeteksi secara matematis
✔Contoh Konsep Blockchain dalam Kehidupan Akademik
Misalnya, data nilai mahasiswa:
- Nilai dicatat
- Disahkan
- Tidak boleh diubah sembarangan
Blockchain memastikan riwayat nilai bersifat permanen dan transparan.
✅Mengapa Blockchain Penting untuk Mahasiswa Informatika
✔Blockchain sebagai Integrasi Ilmu Informatika
Blockchain bukan teknologi tunggal, tetapi gabungan banyak disiplin informatika:
- Struktur Data → Block & Chain
- Kriptografi → Hash & Signature
- Jaringan → Peer-to-peer
- Algoritma → Konsensus
Menurut Andreas M. Antonopoulos, blockchain adalah contoh nyata bagaimana teori informatika diterapkan dalam sistem global.
Menurut Onno W. Purbo, blockchain mengajarkan mahasiswa membangun sistem tanpa ketergantungan pada otoritas pusat.
Baca Juga: 10 Cara Lengkap Membuat Program CRUD Sederhana untuk Tugas Pemrograman
✅Struktur Dasar Blockchain
✔Block (Blok Data)
Blok adalah unit penyimpanan utama dalam blockchain. Setiap blok umumnya berisi:
- Data transaksi
- Timestamp
- Hash blok sebelumnya
- Hash blok saat ini
Contoh Coding: Struktur Block (Python):
- import hashlib
- import time
class Block:
def __init__(self, data, prev_hash):
self.timestamp = time.time()
self.data = data
self.prev_hash = prev_hash
self.hash = self.create_hash()
def create_hash(self):
block_string = str(self.timestamp) + str(self.data) + str(self.prev_hash)
return hashlib.sha256(block_string.encode()).hexdigest()
Makna Coding:
- hashlib.sha256 → fungsi hash kriptografi
- prev_hash → penghubung antar blok
- Perubahan data → hash berubah total
✔Chain (Rantai Blockchain)
Blockchain terbentuk dari blok-blok yang saling terhubung menggunakan hash.
Jika satu blok diubah:
- Hash berubah
- Seluruh rantai setelahnya menjadi tidak valid
Contoh Coding: Blockchain Sederhana:
class Blockchain:
def __init__(self):
self.chain = [self.create_genesis_block()]
def create_genesis_block(self):
return Block("Genesis Block", "0")
def add_block(self, data):
prev_block = self.chain[-1]
new_block = Block(data, prev_block.hash)
self.chain.append(new_block)
Makna Coding:
- Genesis Block → blok pertama
- self.chain[-1] → blok terakhir
- Rantai bersifat kronologis & permanen
Seedbacklink untuk backlink berkualitas dan aman.
✅Hash Function dalam Blockchain
✔Pengertian Hash
Hash adalah fungsi matematika satu arah yang mengubah data menjadi kode unik dengan panjang tetap.
Menurut Bruce Schneier, hash berfungsi sebagai sidik jari digital data.
Contoh Coding Hash SHA-256:
import hashlib
data = "Nilai mahasiswa = 90"
hash_data = hashlib.sha256(data.encode()).hexdigest()
print(hash_data)
Makna Coding:
- Data sekecil apa pun → hash berbeda
- Tidak bisa mengembalikan hash ke data asli
✅Karakteristik Utama Blockchain
✔Desentralisasi
Tidak ada server pusat. Setiap node menyimpan salinan data.
Contoh Konsep Coding (Simulasi Node):
nodes = ["Node A", "Node B", "Node C"]
for node in nodes:
print(f"{node} menyimpan salinan blockchain")
Makna:
Jika satu node gagal → sistem tetap berjalan
✔Transparansi
Data dapat diverifikasi oleh semua pihak.
Menurut Don Tapscott, transparansi menciptakan kepercayaan digital.
✔Immutability (Data Tidak Bisa Diubah)
Data lama tidak bisa dihapus, hanya ditambahkan data baru.
# Data lama tetap ada
blockchain.add_block("Nilai awal: 80")
blockchain.add_block("Revisi nilai: 85")
Makna:
- Riwayat data tetap tersimpan
- Cocok untuk audit & forensik digital
Baca Juga: Panduan Dasar Memahami Konsep Data Mining untuk Mahasiswa Baru
✅Mekanisme Konsensus Blockchain
✔Proof of Work (PoW)
Node harus menyelesaikan teka-teki matematika.
Contoh Coding Sederhana PoW:
def proof_of_work(data, difficulty=4):
nonce = 0
while True:
text = data + str(nonce)
hash_result = hashlib.sha256(text.encode()).hexdigest()
if hash_result.startswith("0" * difficulty):
return nonce, hash_result
nonce += 1
Makna Coding:
- difficulty → tingkat kesulitan
- Semakin sulit → semakin aman
✔Proof of Stake (PoS)
Validasi berdasarkan kepemilikan aset.
Makna Konseptual:
- Lebih hemat energi
- Banyak digunakan blockchain modern
✅Implementasi Blockchain dalam Dunia Nyata
✔Blockchain di Pendidikan
- Ijazah digital
- Sertifikat online
- Transkrip akademik
Menurut UNESCO, blockchain dapat mencegah pemalsuan dokumen akademik.
✔Blockchain di Industri IT
- Supply chain
- Keamanan data
- Smart contract
Contoh Konsep Smart Contract (Pseudo):
if pembayaran_diterima:
kirim_barang()
Makna:
- Eksekusi otomatis
- Tanpa perantara
Penutup
Blockchain adalah teknologi strategis yang sangat relevan bagi mahasiswa Informatika. Melalui blockchain, mahasiswa belajar bagaimana teori struktur data, kriptografi, algoritma, dan jaringan diimplementasikan dalam sistem nyata berskala global. Dengan memahami blockchain sejak dini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi riset, tugas akhir, dan kebutuhan industri teknologi masa depan.
Publisher/Penulis:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
Daftar Referensi
Nakamoto, S. (2008). Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.
Antonopoulos, A. M. (2017). Mastering Bitcoin. O’Reilly Media.
Tapscott, D., & Tapscott, A. (2016). Blockchain Revolution. Penguin.
Munir, R. (2010). Matematika Diskrit. Informatika Bandung.
Narayanan, A., et al. (2016). Bitcoin and Cryptocurrency Technologies. Princeton University Press.
