Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas Islam di Istana, Bahas Geopolitik Dunia dan Peran Indonesia.
![]() |
| (Ilustrasi Presiden Prabowo silaturahmi dan buka puasa bersama ulama serta pimpinan ormas Islam) |
Acara tersebut dihadiri ratusan pimpinan ormas Islam dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk tokoh-tokoh besar dari organisasi Islam utama di Tanah Air.
Baca Berita Lainnya: Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei, Indonesia Akan Evaluasi Posisi dalam BoP ?
Prabowo Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ulama serta Pimpinan Ormas Islam
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi Islam untuk berbuka puasa bersama di Istana Merdeka. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar.
Momen kebersamaan tersebut sempat dibagikan melalui akun Instagram resmi Presiden Prabowo. Dalam unggahan tersebut terlihat para tokoh agama duduk bersama di meja bundar sambil menikmati hidangan berbuka puasa dan berdiskusi santai mengenai berbagai isu strategis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa selain silaturahmi, Presiden juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai agenda nasional, termasuk persiapan menghadapi libur Lebaran serta perkembangan situasi global.
“Presiden berbuka puasa bersama para tokoh Islam dan sekaligus berdiskusi mengenai dinamika geopolitik dunia serta berbagai persiapan nasional menjelang libur Lebaran,” ujar Teddy.
Silaturahmi Dihadiri 158 Pimpinan Ormas Islam dari Seluruh Indonesia
Pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, yakni sekitar tiga jam. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa diskusi dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir mendekati pukul 23.00 WIB.
Menurut Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, sebanyak 158 pimpinan ormas Islam menghadiri pertemuan tersebut. Mereka mewakili sekitar 86 organisasi Islam yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pimpinan ormas, sejumlah tokoh pesantren dan ulama juga turut hadir dalam forum tersebut, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan sejumlah pimpinan pondok pesantren terkemuka.
Nusron juga mengungkapkan bahwa tokoh Islam Habib Rizieq Shihab sebenarnya turut diundang dalam pertemuan tersebut. Namun ia berhalangan hadir dan diwakili oleh dua menantunya, yaitu Habib Hanif Al-Attas dan Habib Muhammad.
Baca Juga: Putra Ali Khamenei Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Usai Majelis Ahli Gelar Rapat Tertutup
Diskusi Geopolitik Global dan Konflik Timur Tengah
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk menjelaskan situasi geopolitik dunia yang tengah berkembang pesat. Salah satu topik utama yang dibahas adalah konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut Nusron Wahid, Presiden Prabowo menjelaskan secara langsung kepada para ulama mengenai perkembangan geopolitik global serta potensi dampaknya terhadap Indonesia.
“Bapak Presiden menjelaskan tentang situasi geopolitik dan geoekonomi global, terutama yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah dan kemungkinan dampaknya terhadap Indonesia,” kata Nusron.
Pembahasan tersebut juga mencakup situasi di Gaza dan Palestina serta kondisi terbaru setelah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Pemerintah Tekankan Persatuan Nasional di Tengah Ketidakpastian Dunia
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan memperkuat konsolidasi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan bahwa Indonesia tetap solid dan tidak mudah terpecah belah meskipun dunia sedang menghadapi berbagai konflik geopolitik.
“Apapun kondisinya, perang Amerika-Iran dan dinamika geopolitik dunia, Indonesia harus tetap kuat, bersatu, dan tidak mudah dipecah belah,” ujar Muhaimin.
Ia menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil Presiden Prabowo dalam menghadapi situasi global semata-mata ditujukan untuk menjaga kepentingan nasional Indonesia.
Baca Juga: MUI Desak RI Keluar dari BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Muhammadiyah Minta PBB Bertindak Tegas
Silaturahmi Bahas Peran Indonesia dalam Board of Peace
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menjelaskan posisi Indonesia dalam forum internasional Board of Peace (BoP). Forum tersebut merupakan salah satu upaya internasional untuk mendorong terciptanya perdamaian, termasuk terkait konflik di kawasan Timur Tengah.
Cak Imin menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan bagian dari komitmen negara dalam mendukung perdamaian dunia, termasuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Indonesia terus berupaya mengambil peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia. Apa pun dilakukan demi menjaga stabilitas dan kemanusiaan,” katanya.
Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari strategi diplomasi untuk membantu penyelesaian konflik secara damai melalui jalur internasional.
Ulama dan Ormas Islam Dukung Langkah Pemerintah
Di akhir pertemuan, para ulama dan pimpinan ormas Islam menyatakan komitmen untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah serta memahami langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo.
Mereka berharap seluruh elemen bangsa dapat berada dalam satu barisan yang sama untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat sinergi antara negara dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia.
Publisher/Penulis:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
