Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei, Indonesia Akan Evaluasi Posisi dalam BoP ?
![]() |
| (Ilustrasi Prabowo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei dan membahas Bop) |
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa secara resmi melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Surat tersebut diserahkan melalui Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan di Jakarta pada awal Maret 2026.
Baca Berita Lainnya: Putra Ali Khamenei Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Usai Majelis Ahli Gelar Rapat Tertutup
Surat Belasungkawa Presiden Prabowo kepada Pemerintah Iran
Dalam surat tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan simpati mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya pemimpin mereka yang telah memimpin negara itu selama lebih dari tiga dekade.
Menlu Sugiono mengatakan bahwa penyampaian surat dilakukan sebagai bentuk penghormatan diplomatik Indonesia kepada Iran.
Selain menyerahkan pesan resmi dari Presiden, pertemuan dengan Duta Besar Iran juga dimanfaatkan untuk membahas perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.
Dalam pernyataannya, Sugiono menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi agar eskalasi konflik tidak semakin meluas.
Kronologi Serangan yang Menewaskan Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada 28 Februari 2026 setelah serangan udara yang terjadi di ibu kota Iran, Teheran.
Serangan tersebut disebut melibatkan operasi militer dari Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi kabar kematian Khamenei setelah pengumuman dari Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarganya juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk putri, menantu, dan cucu sang pemimpin.
Khamenei sendiri menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 setelah wafatnya pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.
Sebagai pemimpin tertinggi, ia memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah kebijakan politik, militer, dan keagamaan Iran.
Baca Juga: MUI Desak RI Keluar dari BoP Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Muhammadiyah Minta PBB Bertindak Tegas
Indonesia Dorong Penyelesaian Konflik Melalui Diplomasi
Pemerintah Indonesia menilai bahwa situasi di Timur Tengah saat ini membutuhkan upaya serius dari komunitas internasional untuk mencegah konflik yang lebih luas.
Dalam diskusi diplomatik tersebut, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB sebagai dasar menjaga stabilitas global.
Indonesia juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog sebagai jalan keluar dari konflik.
PBNU Kutuk Serangan dan Serukan Perdamaian Global
Sikap tegas juga disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengutuk keras serangan terhadap Iran yang dinilai dapat memperburuk stabilitas dunia.
Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi merusak tatanan internasional serta memicu konflik global yang lebih luas.
Gus Yahya juga menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran atas wafatnya Ali Khamenei serta mengajak masyarakat internasional untuk mendoakan ketegaran bangsa Iran dalam menghadapi situasi yang sulit.
Namun demikian, ia juga menilai serangan balasan Iran terhadap sejumlah target yang diduga berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat dapat memperburuk situasi dan meningkatkan eskalasi konflik.
PBNU pun menyerukan kepada komunitas internasional untuk kembali memperkuat peran Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai penjaga ketertiban dunia.
Baca Juga: Tragedi di Kampus UIN Suska Riau:Rektorat dan Polisi Bertindak Tegas,Pelaku Diduga Sudah Merencanakan Aksi
Pemerintah Evaluasi Posisi Indonesia dalam Board of Peace
Di tengah memanasnya konflik global, pemerintah Indonesia juga mempertimbangkan langkah strategis terkait keterlibatan dalam misi perdamaian internasional.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan bahwa keputusan mengenai posisi Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo.
Menurutnya, situasi geopolitik global saat ini sangat dinamis dan penuh ketidakpastian sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian kebijakan secara cepat.
Hal senada disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Noer Hassan Wirajuda, yang menyebut Presiden Prabowo tengah mengevaluasi peran Indonesia dalam misi tersebut.
Evaluasi dilakukan karena eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai dapat memengaruhi keberhasilan misi perdamaian yang selama ini bertujuan mendorong gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, serta rekonstruksi wilayah konflik.
Menurut Wirajuda, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk meninjau ulang bahkan keluar dari misi tersebut apabila dinilai sudah tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.
Indonesia Serukan Upaya Perdamaian Global
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong stabilitas global melalui diplomasi dan dialog internasional.
Pemerintah berharap semua pihak yang terlibat konflik dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian damai demi mencegah meluasnya krisis yang berpotensi berdampak pada stabilitas dunia.
Langkah diplomatik Indonesia tersebut juga sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Publisher/Penulis:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
