Cara Lengkap Membuat Marketing Plan Mingguan untuk Pelaku UMKM 2025
![]() |
| (Ilustrasi 3D kartun realistis pelaku UMKM membuat marketing plan mingguan dengan papan jadwal dan laptop) |
Di sinilah marketing plan mingguan menjadi krusial. Rencana ini berfungsi sebagai peta jalan 7 hari yang terstruktur dan dapat dipantau dengan cepat, sehingga UMKM bisa bereksperimen, menyesuaikan strategi, dan meminimalkan risiko kerugian.
Menurut Dr. Fadhila Rasyid, pakar marketing digital Universitas Indonesia, “Rencana pemasaran mingguan meningkatkan efisiensi eksekusi hingga 40% karena UMKM dapat langsung mengukur apa yang bekerja dan apa yang tidak, tanpa menunggu akhir bulan".
Baca Artikel Lainnya: Panduan Lengkap Meningkatkan Brand Awareness dengan Konten Organik Terbaru 2025
✅Apa Itu Marketing Plan Mingguan UMKM?
Marketing plan mingguan adalah dokumen terpadu berisi tujuan, strategi konten, aktivitas promosi, channel yang digunakan, prioritas produk, KPI, hingga evaluasi yang dilakukan dalam rentang 7 hari.
✅Manfaat Marketing Plan Mingguan untuk UMKM
✔Membantu UMKM Fokus pada Prioritas Penjualan
Banyak UMKM mempromosikan terlalu banyak produk sekaligus. Akibatnya, pesan menjadi tidak fokus.
Menurut Prof. Dimas Yudi (UNAIR), “Prioritas mingguan membuat UMKM lebih taktis dan mampu mengarahkan energi pada produk yang paling potensial untuk dijual.”
Implementasi:
Tetapkan 1-2 produk utama setiap minggu.
Contoh: “Minggu ini fokus hanya pada varian Keripik Pedas Level 3.”
✔Memastikan Konten Terjadwal dan Konsisten
Kunci bertahan di dunia digital 2025 adalah konsistensi.
Algoritma TikTok dan Instagram lebih menyukai akun yang aktif dan terjadwal.
Menurut Ari Wibowo, digital strategist Kominfo, konsistensi posting minimal 3-4 kali per minggu meningkatkan brand recall hingga 70%.
Implementasi:
Buat daftar konten sederhana untuk 7 hari, misalnya: edukasi → hiburan → promo → testimoni → behind the scenes.
✔Budget Promosi Menjadi Lebih Terkendali
Tanpa rencana, UMKM cenderung melakukan boosting atau ads secara impulsif.
Menurut Vina Saputri, konsultan marketing UMKM Jakarta, UMKM yang menyusun rencana mingguan berhasil menekan biaya promosi hingga 30% tanpa mengurangi jangkauan.
Implementasi:
-Tetapkan anggaran realistis.
-Misal: “Rp50.000 per hari untuk IG Ads, promosi 3 hari per minggu.”
✔Mempercepat Evaluasi dan A/B Testing
Evaluasi mingguan memberi data cepat untuk mengubah strategi sebelum terlambat.
Menurut Dr. Mita Santika (Peneliti UKM Bandung), evaluasi jangka pendek mengurangi risiko strategi gagal jangka panjang.
Implementasi:
Setiap minggu, bandingkan dua jenis konten: misalnya konten edukasi vs konten humor untuk melihat mana yang lebih efektif.
Baca Juga: 10 Cara Melakukan Riset Pasar Digital Marketing Tanpa Tools Berbayar 2025
✅Langkah Lengkap Membuat Marketing Plan Mingguan UMKM 2025
✔Tetapkan Tujuan Mingguan yang SMART
Tujuan harus jelas, terukur, dan memiliki batasan waktu.
Contoh tujuan mingguan:
-Menambah 100 followers Instagram
-Mendapat 30 chat WhatsApp baru
-Menambah 20 transaksi dalam satu minggu
-Meningkatkan engagement 10% dalam satu minggu
Menurut Dr. Eko Prasetyo, UMKM yang menetapkan tujuan SMART mengalami peningkatan produktivitas hingga 3 kali lipat.
✔Tentukan Produk yang Difokuskan Mingguan
UMKM tidak disarankan mempromosikan semua produk sekaligus.
Contoh:
-Fokus minggu ini: Sambal Bawang Rumahan
-Produk pendukung: Paket bundling sambal + keripik
Menurut Rani Widjaya, konsultan brand, fokus produk mempermudah penyusunan narasi konten.
✔Tentukan Target Audiens Mingguan
Segmentasi mingguan bisa lebih spesifik dibanding bulanan.
Contoh target audiens mingguan:
-Pekerja kantoran usia 25-35
-Ibu rumah tangga dengan minat belanja produk dapur
-Mahasiswa yang butuh makanan cepat
Implementasi:
Tulis secara detail: lokasi, usia, perilaku, masalah mereka.
✔Buat Kalender Konten 7 Hari
Meskipun tanpa tabel, berikut contoh bentuk narasi kalender konten mingguan:
-Senin: Konten edukasi berisi tips atau fakta menarik.
-Selasa: Konten hiburan atau tren audio TikTok.
-Rabu: Promo spesial tengah minggu untuk meningkatkan penjualan.
-Kamis: Unggah testimoni pelanggan untuk membangun kepercayaan.
-Jumat: Pasang iklan dan konten penjelasan produk.
-Sabtu: Behind the scenes atau proses pembuatan produk.
-Minggu: Live Instagram atau giveaway untuk interaksi.
Menurut Annisa Rachman, social media strategist, kalender konten meningkatkan engagement hingga 55%.
✔Siapkan Materi Konten (Foto, Video, Copywriting)
UMKM harus menyusun materi beberapa hari sebelum posting agar tidak tergesa-gesa.
Contoh copywriting edukasi:
“3 Cara Menyimpan Sambal Agar Tidak Cepat Basi-Cocok untuk keluarga dan UMKM makanan rumahan.”
Contoh copywriting promo:
“Diskon 20% khusus minggu ini! Pesan sekarang sebelum stok habis!”
Menurut Rizky Alfarez, ahli desain UMKM, keseragaman warna dan gaya visual sangat mempengaruhi trust pembeli.
✔Tentukan Channel Promosi yang Digunakan
Pilih channel yang paling menghasilkan sesuai karakter audiens.
Channel populer UMKM 2025:
-Instagram (feed, reels, story)
-TikTok & TikTok Shop
-WhatsApp Business
-Shopee & Tokopedia
-Facebook Page/Grup
Implementasi:
Pilih 2-3 channel andalan saja untuk efisiensi.
✔Tetapkan Anggaran Promosi Mingguan
Anggaran tidak harus besar, yang penting konsisten.
Contoh:
-IG Ads: Rp100.000/minggu
-TikTok Boosting: Rp40.000/minggu
-Desain konten: gratis (self-made)
Menurut ahli keuangan UMKM, strategi kecil namun konsisten lebih efektif daripada kampanye besar tetapi jarang.
✔Tentukan KPI yang Jelas dan Terukur
KPI memastikan Anda dapat mengukur keberhasilan.
Contoh KPI:
-Engagement rate minimal 5%
-View konten minimal 2.000 tayangan
-20 transaksi penjualan per minggu
-1,5% CTR untuk iklan
✔Monitoring Setiap 2-3 Hari
Monitoring dilakukan agar Anda cepat tahu apa yang perlu diperbaiki.
Hal yang perlu dipantau:
-Performa konten
-Click-through rate iklan
-Jumlah chat WhatsApp
-Penjualan harian
✔Evaluasi Mingguan
Evaluasi dilakukan setiap akhir minggu.
Poin evaluasi:
-Apa konten yang paling efektif?
-Apakah target tercapai?
-Apakah anggaran digunakan optimal?
-Apa perbaikan untuk minggu berikutnya?
Menurut Dr. Indira Pratiwi, evaluasi mingguan adalah fondasi adaptasi cepat strategi UMKM.
Baca Juga: Panduan Menentukan Target Audiens Digital Marketing untuk Bisnis Baru 2025
✅Contoh Marketing Plan Mingguan UMKM 2025
Berikut contoh rencana mingguan UMKM tanpa tabel:
-UMKM: Kopi Susu Kenangan Desa
-Produk fokus: Kopi susu literan
Target: Mahasiswa & pekerja kantoran
-Senin: Edukasi tentang cara menyimpan kopi literan agar tahan 3 hari.
-Selasa: Reels proses produksi kopi dengan audio viral.
-Rabu: Promo paket hemat khusus hari Rabu melalui WhatsApp.
-Kamis: Unggah testimoni pelanggan berupa video singkat.
-Jumat: Iklan bundling dua liter kopi dengan harga promo.
-Sabtu: Konten hiburan dengan karakter brand.
-Minggu: Live Instagram + giveaway untuk memaksimalkan engagement.
✅Tips Optimasi Marketing Plan Mingguan UMKM 2025
✔Gunakan Konten Evergreen
Konten evergreen bisa digunakan ulang, misalnya tips dan tutorial sederhana.
✔Automasi Penjadwalan
Gunakan alat seperti Meta Business Suite, CapCut Scheduler, atau TikTok Creator Tools.
✔Posting di Jam Prime Time
Jam efektif: pukul 11.00-13.00 dan 19.00-21.00.
✔Gunakan CTA yang Jelas
Contoh CTA UMKM:
“Klik untuk pesan sekarang.”
“Cek harga lengkap via WhatsApp.”
Kesimpulan
Marketing plan mingguan adalah strategi esensial bagi UMKM di 2025. Dengan fokus yang jelas, konten terstruktur, target terukur, evaluasi rutin, dan implementasi konsisten, pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualan, engagement, dan brand awareness secara signifikan. Perencanaan mingguan terbukti lebih mudah dipantau dan lebih fleksibel saat perubahan pasar terjadi.
Publisher/Penulis:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
Daftar Referensi
Fadhila Rasyid - Jurnal Digital Marketing Indonesia (2024).
Dimas Yudi - Kajian Strategi UMKM UNAIR (2024).
Ari Wibowo - Laporan Kominfo tentang Perilaku Konten 2024.
Vina Saputri - Studi Pengendalian Budget UMKM Jakarta (2023).
Mita Santika - Penelitian A/B Testing UKM Bandung (2024).
Annisa Rachman - Studi Engagement Media Sosial UMKM (2023).
Eko Prasetyo - Riset Produktivitas UMKM Indonesia (2024).
Indira Pratiwi - Evaluasi Strategi UMKM Indonesia (2024).
