10 Cara Melakukan Riset Pasar Digital Marketing Tanpa Tools Berbayar 2025
![]() |
| (Ilustrasi 3D realistis riset pasar digital marketing tanpa tools tahun 2025) |
Menurut Philip Kotler, tokoh pemasaran modern, “riset pasar merupakan proses sistematis untuk mengumpulkan, merekam, dan menganalisis data terkait pemasaran produk dan layanan.” Artinya, yang terpenting bukan alatnya, melainkan proses dan ketepatan analisisnya.
Di era digital 2025, data konsumen tersedia dalam jumlah sangat besar sehingga riset pasar gratis dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform publik, tren, perilaku audiens, serta data open source yang valid.
Baca Artikel Lainnya: Panduan Menentukan Target Audiens Digital Marketing untuk Bisnis Baru 2025
✅Konsep Dasar Riset Pasar Digital Marketing 2025
✔Apa Itu Riset Pasar di Era Digital?
Riset pasar digital adalah proses mengumpulkan informasi tentang kebutuhan, perilaku, dan karakteristik pelanggan melalui kanal digital seperti media sosial, mesin pencari, komunitas online, dan data publik. Fokus utamanya mencakup tren, kompetitor, kebutuhan konsumen, serta peluang pasar.
Menurut David Aaker, ahli manajemen pemasaran strategis, riset pasar membantu organisasi “memahami pasar secara mendalam sebelum mengambil keputusan strategis.”
✔Pentingnya Riset Pasar Untuk Mahasiswa dan Pemula Bisnis
-Membantu memahami siapa target audiens yang tepat.
-Mengurangi risiko kesalahan strategi pemasaran digital.
-Menemukan peluang niche yang lebih spesifik dan menguntungkan.
-Memahami kompetitor dan diferensiasi yang dibutuhkan.
Data dari eMarketer tahun 2025 menunjukkan bahwa 65% kampanye digital yang gagal disebabkan kurangnya riset pasar yang akurat, bukan karena kekurangan tools.
Baca Juga:10 Cara Membuat Strategi Digital Marketing untuk UMKM yang Efektif 2025
✅10 Cara Riset Pasar Digital Marketing Tanpa Tools Berbayar 2025
✔Analisis Tren Pencarian dengan Google Trends
Google Trends adalah platform gratis untuk melihat tren kata kunci, perubahan perilaku pencarian, minat wilayah, hingga kata kunci terkait.
Cara Menggunakannya:
-Ketik kata kunci topik produk.
-Bandingkan beberapa keyword.
-Analisis “Related Queries” untuk melihat peluang baru.
-Lihat seasonal trend (naik turun berdasarkan bulan).
Contoh Implementasi:
Jika Anda mencari “skincare herbal”, Google Trends mungkin menampilkan kenaikan minat di usia 18–25 pada wilayah perkotaan.
Menurut Ahli:
Menurut Thomas Davenport (pakar data-driven marketing), tren pencarian mencerminkan “collective awareness” masyarakat sehingga sangat valid untuk membaca perilaku pasar.
✔Menggunakan Fitur Pencarian di Media Sosial (TikTok, Instagram, YouTube)
Media sosial 2025 berfungsi sebagai mesin pencari kedua setelah Google.
Cara Menggunakannya:
-Cari topik produk, lihat video viral, komentar, dan sentimen.
-Gunakan fitur “Top Search”, “Keyword Suggestion”, dan “Related Hashtags”.
-Catat pola konten yang disukai audiens.
-Data Pendukung
Laporan DataReportal 2025 menunjukkan 57% pengguna mencari informasi produk melalui TikTok dan IG sebelum membeli.
Menurut Ahli:
Menurut Rosalia Pereira (peneliti perilaku digital), media sosial mencerminkan “perilaku aktual” bukan hanya keinginan, sehingga datanya sangat kuat.
✔Observasi Komentar Audiens di Marketplace
Komentar marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Amazon berisi insight jujur pelanggan tentang produk.
-Hal yang dicari
-Keluhan berulang → peluang inovasi.
-Fitur yang paling disukai → keunggulan kompetitor.
-Segmen pembeli dari foto review.
Menurut Ahli:
Menurut Kotler & Keller, “customer voice” adalah aset paling otentik dalam riset pasar.
✔Analisis Kompetitor Secara Manual (Tanpa Tools)
Analisis kompetitor bisa dilakukan melalui:
-Profil media sosial
-Website
-Marketplace
-Konten yang mereka publikasikan
-Engagement rate manual
Contoh:
Hitung engagement manual:
(Like + Comment) ÷ Followers × 100%
Menurut Ahli:
Michael Porter menekankan bahwa analisis kompetitor penting untuk menciptakan diferensiasi dan keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
✔Menggunakan Forum Online dan Komunitas Digital
Forum seperti Reddit, Kaskus, Quora, dan grup Facebook sering menjadi tempat diskusi masalah nyata pengguna.
-Apa yang perlu dicari
-Pertanyaan terbanyak
-Keluhan umum
-Permintaan produk
-Topik yang sedang naik
Menurut Ahli:
Menurut Everett Rogers (pencetus teori difusi inovasi), komunitas adalah tempat early adopter berkumpul sehingga informasi pasar lebih cepat terlihat.
✔Survei Gratis Menggunakan Google Form
-Survei adalah metode klasik yang tetap relevan.
-Cara Melakukannya
-Tentukan target responden
-Buat pertanyaan terarah
-Sebarkan di grup kampus, komunitas, atau media sosial
-Data Valid
Survei 30-100 responden sudah cukup untuk riset pasar awal (metode dasar statistik).
Menurut Ahli:
Menurut Sugiyono (pakar metodologi riset Indonesia), data survei sederhana sudah cukup untuk mengambil keputusan awal jika sampel tepat sasaran.
✔Analisis Kata Kunci Secara Manual Melalui Google Autocomplete
Google Autocomplete menyediakan insight keyword tanpa tools.
Contoh:
Ketik: “cara memulai bisnis…” → Google akan menampilkan:
-cara memulai bisnis online pemula
-cara memulai bisnis tanpa modal
-cara memulai bisnis rumahan
Menurut Ahli:
Pakar SEO Neil Patel menyebut Autocomplete sebagai “goldmine of keyword intent” yang gratis namun sangat akurat.
✔Manfaatkan Fitur Hasil Pencarian Serp (People Also Ask)
SERP Google menyediakan data niat pencarian (search intent) gratis:
-People Also Ask
-Related Searches
-Snippet
Implementasi:
Gunakan daftar pertanyaan sebagai bahan topik konten, problem statement, atau kebutuhan target audiens.
Menurut Ahli:
Brian Dean menyatakan bahwa SERP Question Hub adalah cermin dari kebutuhan informasi pengguna.
✔Analisis Perilaku Audiens dari Insight Media Sosial Gratis
Setiap media sosial menyediakan data gratis:
-Instagram Insight
-TikTok Analytics (basic)
-Facebook Insight
-Yang Bisa Dipelajari
-Demografi audiens
-Waktu aktif
-Konten paling banyak review
-Pola interaksi
Menurut Ahli:
Menurut Jonah Berger (penulis Contagious), pola interaksi adalah kunci memahami apa yang “membuat orang peduli”.
✔Riset Testimoni dan Studi Kasus Publik
-Testimoni pelanggan dari berbagai platform menjadi bukti kebutuhan pasar.
-Apa yang diamati
-Sisi emosional pelanggan
-Masalah yang diselesaikan produk
-Faktor yang membuat mereka membeli
Menurut Ahli:
Dan Ariely (ahli behavioral economics) menyebut bahwa keputusan pembelian sering dipengaruhi oleh bukti sosial (social proof), bukan logika semata.
Baca Juga: Cara Lengkap Memahami Ekonomi Mikro & Makro Dasar untuk Mahasiswa 2025
Kesimpulan
Riset pasar digital marketing tanpa tools berbayar 100% bisa dilakukan, bahkan untuk mahasiswa dan pemula. Kuncinya adalah memahami perilaku konsumen melalui data publik, tren pencarian, analisis kompetitor, dan pengamatan komunitas.
Dengan metode gratis ini, pelaku UMKM maupun mahasiswa dapat membuat strategi pemasaran yang tepat dan berbasis data, tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk tools berbayar.
Publisher/Penulis:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
Daftar Referensi
Kotler, Philip & Keller. Marketing Management.
Aaker, David. Strategic Market Management.
Davenport, Thomas. Analytics at Work.
Rosalia Pereira. Digital Consumer Behavior.
Michael Porter. Competitive Advantage.
Everett Rogers. Diffusion of Innovations.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif.
Jonah Berger. Contagious.
Dan Ariely. Predictably Irrational.
DataReportal 2025 - Global Digital Overview.
