10 Cara Belajar Jurnalistik Dasar Secara Otodidak untuk Pemula
![]() |
| (Ilustrasi belajar jurnalistik dasar secara otodidak untuk pemula) |
Artikel ini disusun sebagai panduan lengkap bagi pemula yang ingin belajar jurnalistik dari nol, dengan pendekatan sistematis, praktis, dan relevan dengan kebutuhan media saat ini.
Baca Artikel Lainnya: 10 Cara Dasar Belajar SEO Dasar untuk Digital Marketing Pemula Non-IT
✅Apa Itu Jurnalistik? Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya
✔Pengertian Jurnalistik:
Secara sederhana, jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, memverifikasi, dan menyebarkan informasi faktual kepada publik melalui media massa. Dalam praktiknya, jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan menulis berita, tetapi juga mencakup proses peliputan, wawancara, riset data, hingga penyuntingan informasi.
Seedbacklink untuk backlink berkualitas dan aman.
Menurut Hikmat Kusumaningrat (Indonesia), jurnalistik merupakan proses kerja profesional dalam menyampaikan informasi aktual kepada masyarakat secara benar dan bertanggung jawab.
Sementara Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (internasional) menegaskan bahwa inti jurnalistik adalah disiplin verifikasi, bukan sekadar kecepatan publikasi.
Pemahaman ini penting bagi pemula agar tidak menyamakan jurnalistik dengan konten opini, promosi, atau sekadar tulisan viral.
✔Fungsi Jurnalistik dalam Masyarakat
Dalam belajar jurnalistik dasar, pemula perlu memahami bahwa jurnalistik memiliki fungsi sosial, antara lain:
- Menyampaikan informasi faktual kepada publik
- Menjadi sarana kontrol sosial
- Memberikan edukasi kepada masyarakat
- Menjadi arsip peristiwa penting
Menurut Onong Uchjana Effendy, jurnalistik berperan sebagai jembatan informasi antara peristiwa dan masyarakat luas. Fungsi ini menuntut jurnalis bersikap objektif dan berimbang.
✔Tujuan Jurnalistik:
Tujuan utama jurnalistik bukan mencari sensasi, melainkan melayani kepentingan publik.
Walter Lippmann, tokoh jurnalistik internasional, menyatakan bahwa berita membantu masyarakat memahami realitas yang tidak dapat mereka saksikan langsung.
Dari sini, pemula harus memahami bahwa belajar jurnalistik berarti belajar tanggung jawab informasi, bukan hanya teknik menulis.
✅Memahami Dasar dan Prinsip Jurnalistik Sejak Awal
✔Mengapa Dasar Jurnalistik Tidak Boleh Dilewatkan?
Banyak pemula langsung belajar cara menulis berita tanpa memahami prinsip jurnalistik. Akibatnya, tulisan sering bias, tidak akurat, atau mencampuradukkan fakta dan opini.
Menurut Asep Saeful Muhtadi (Indonesia), jurnalistik berdiri di atas prinsip kebenaran, akurasi, dan kepentingan publik. Sedangkan David Randall (internasional) menekankan bahwa jurnalis harus skeptis terhadap semua informasi, termasuk dari narasumber resmi.
✔Contoh Kesalahan Pemula:
Pemula sering menulis:
“Kebijakan ini jelas merugikan rakyat.”
Kalimat tersebut bersifat opini jika tidak didukung data dan sumber.
✔Implementasi Praktis:
- Pisahkan fakta dan pendapat pribadi
- Gunakan data dan pernyataan narasumber
- Biasakan menulis dengan sudut pandang netral
Baca Juga: 10 Cara Belajar Digital Marketing Organik Tanpa Iklan untuk Pemula
✅Mengenal Unsur dan Nilai Berita dalam Jurnalistik
✔Apa Itu Nilai Berita?
Tidak semua kejadian layak menjadi berita. Dalam jurnalistik pemula, nilai berita membantu menentukan peristiwa mana yang penting bagi publik.
Menurut A.S. Haris Sumadiria, nilai berita adalah ukuran kelayakan sebuah peristiwa untuk diberitakan. Melvin Mencher (internasional) menyebut berita sebagai laporan tentang peristiwa penting yang berdampak pada kehidupan masyarakat.
Nilai Berita yang Umum Digunakan:
- Aktualitas (terbaru)
- Dampak bagi publik
- Kedekatan lokasi
- Tokoh penting
- Konflik dan perubahan
✔Contoh:
Kecelakaan kecil tanpa korban di jalan sepi kurang bernilai berita dibanding kecelakaan massal yang mengganggu aktivitas publik.
✔Implementasi:
Latih diri dengan menganalisis berita harian dan mengidentifikasi nilai beritanya.
✅Menguasai Rumus 5W + 1H sebagai Dasar Penulisan Berita
✔Teknik Dasar Menulis Berita:
Rumus 5W+1H adalah fondasi utama teknik jurnalistik. Pemula yang menguasainya akan mampu menulis berita yang jelas dan lengkap.
Menurut Romli A.S.M., 5W+1H menjamin berita informatif dan tidak membingungkan pembaca. Mitchell V. Charnley menyatakan bahwa berita yang baik selalu menjawab pertanyaan dasar pembaca.
✔Contoh Penggunaan:
Pemerintah daerah menaikkan tarif parkir (what) di Kota A (where) sejak Senin (when) untuk meningkatkan PAD (why).
✔Implementasi:
Buat kerangka berita dengan menuliskan 5W+1H sebelum menulis paragraf.
✅Belajar Menulis Berita dengan Struktur Piramida Terbalik
✔Cara Menulis Berita yang Profesional:
Struktur piramida terbalik menempatkan informasi terpenting di awal berita, diikuti detail pendukung.
Menurut Djamalul Abidin, struktur ini memudahkan editor dan pembaca memahami inti berita dengan cepat. John Hohenberg menilai teknik ini sangat efektif untuk media online.
✔Implementasi:
Latih menulis satu paragraf lead yang sudah merangkum inti berita.
✅Memahami Jenis-Jenis Berita dalam Jurnalistik
✔Klasifikasi Berita:
Dalam belajar jurnalistik otodidak, pemula perlu mengenali:
- Hard news
- Soft news
- Feature
- Investigasi
Menurut Suhandang, jenis berita menentukan gaya bahasa dan kedalaman liputan. James Carey (internasional) menekankan bahwa konteks sosial memengaruhi penyajian berita.
Baca Juga: Belajar Digital Marketing untuk Orang Gaptek: Mulai dari Mana?
✔Implementasi:
Tulis satu peristiwa dalam dua gaya: hard news dan feature.
✅Menguasai Teknik Wawancara Jurnalistik Dasar
✔Wawancara sebagai Sumber Fakta:
Tanpa wawancara, berita akan dangkal.
Menurut Haris Sumadiria, wawancara adalah teknik menggali informasi, bukan interogasi. David Brinkley menyarankan pertanyaan singkat dan jelas.
✔Implementasi:
Latih wawancara dengan narasumber lokal dan rekam hasilnya.
✅Memahami dan Menerapkan Kode Etik Jurnalistik
✔Etika dalam Jurnalistik:
Kode etik jurnalistik melindungi jurnalis dan publik.
Menurut Dewan Pers, jurnalis harus akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. SPJ Code of Ethics menekankan prinsip kejujuran dan tanggung jawab.
✔Implementasi:
Selalu lakukan konfirmasi dan verifikasi.
✅Membiasakan Verifikasi Fakta dan Cek Data
- Verifikasi adalah pembeda antara jurnalis dan pembuat konten biasa.
- Pemula harus membiasakan cek silang sumber dan data.
✅Latihan Menulis Berita Secara Konsisten
Menulis adalah keterampilan yang diasah, bukan bakat semata.
✅Membangun Portofolio Jurnalistik Sejak Din
Portofolio membantu pemula masuk ke dunia media profesional.
Penutup
Belajar jurnalistik dasar secara otodidak membutuhkan disiplin, etika, dan latihan berkelanjutan. Dengan memahami konsep jurnalistik, teknik menulis berita, dan kode etik, pemula dapat berkembang menjadi jurnalis yang profesional dan kredibel.
Publisher/Penulis:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
Daftar Referensi
Hikmat Kusumaningrat - Jurnalistik Teori dan Praktik
Onong Uchjana Effendy - Ilmu Komunikasi
A.S. Haris Sumadiria - Jurnalistik Indonesia
Romli A.S.M. - Jurnalistik Online
Bill Kovach & Tom Rosenstiel - The Elements of Journalism
Melvin Mencher - News Reporting and Writing
John Hohenberg - The Professional Journalist
