Pembangunan Ulang Ponpes Al-Khoziny Dimulai dengan APBN Rp125 Miliar, Cak Imin Sebut Momentum Gotong Royong Nasional

Pembangunan ulang Ponpes Al-Khoziny dimulai dengan APBN Rp125 miliar. Cak Imin menyebutnya sebagai momentum gotong royong nasional untuk pesantren.

(Ilustrasi 3D Ustadz kartun 3D sedang berceramah di area pembangunan pondok pesantren)
PortalJatim24.com - Berita Terkini - Pembangunan ulang Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, resmi dimulai pada Kamis (11/12/2025) melalui seremoni groundbreaking yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.

Pembangunan ini menjadi tindak lanjut pemerintah setelah tragedi ambruknya gedung pesantren yang menewaskan puluhan santri pada akhir Oktober 2025.

Baca Berita Lainnya: Polda Jatim  Copot Kapolres Tuban: Berikut Kronologi, Dugaan Pelanggaran, dan Profil Lengkapnya. 

Pembangunan Dilakukan di Lahan Baru Seluas 3.700 m²

Gedung baru Ponpes Al Khoziny dibangun di atas lahan seluas 3.700 meter persegi, berlokasi di Jalan Siwalanpanji II, Kecamatan Buduran, hanya berjarak ratusan meter dari lokasi lama. Pemindahan lokasi dilakukan karena akses di titik sebelumnya terlalu terbatas untuk rekonstruksi bangunan berskala besar.

Proyek ini menggunakan APBN 2025-2026 dengan nilai Rp125,3 miliar, dan ditargetkan selesai dalam 210 hari kerja atau Juli 2026.

Pesan Presiden Prabowo: Pembangunan Harus Maksimal

Cak Imin menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada pembangunan ulang pesantren tersebut.

“Pak Presiden ingin hadir, tetapi karena kesibukan beliau menugaskan saya. Beliau memiliki komitmen penuh terhadap masa depan pesantren karena kontribusinya sejak sebelum kemerdekaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan ini tidak hanya bertujuan mengganti bangunan yang ambruk, tetapi juga memperkuat sistem pendidikan pesantren dengan fasilitas yang lebih layak dan modern.

Momentum Gotong Royong untuk Pesantren yang Lebih Aman

Dalam sambutannya, Cak Imin menggambarkan groundbreaking ini sebagai simbol gotong royong nasional.

“Hari ini menjadi momentum kita semua pemerintah, pengasuh, lembaga pendidikan – untuk bahu-membahu agar pesantren semakin nyaman dan aman bagi para santri,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan fasilitas dasar di pesantren seperti kamar mandi, tempat ibadah, dan ruang belajar yang representatif.

“Kalau belum mampu, disabari dulu, tetapi kita harus terus memperbaiki. Semoga saya dan Pak Prabowo dapat memaksimalkan infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri Bupati Sidoarjo Subandi, perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Agama, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Dinamika Tambang NU Mengencang: Kiai Sepuh dan PBNU Dorong Pemanfaatan, Banyak Kader Desak Pengembalian

Pengasuh Ponpes Sampaikan Terima Kasih dan Doa

Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian besar dari pemerintah.

“Mudah-mudahan langkah pemerintah dalam membangun ulang pesantren kami diridai Allah SWT dan diberkahi,” ucapnya.

Kiai Salam juga berterima kasih karena pemerintah tetap memperhatikan Al Khoziny meski Indonesia tengah menghadapi berbagai musibah, khususnya di Sumatra.

“Kami tidak bisa membalas apa pun. Semoga pemerintah selalu diberi pertolongan Allah SWT dalam menjalankan roda pemerintahan,” tambahnya.

Ia juga mengenang sejarah perkembangan pesantren sejak tahun 1960-an, yang pernah mengelola unit SMP–SMA sebelum aturan pemerintah membaginya ke Kemenag dan Diknas.

Proses Hukum Tragedi Ambruknya Gedung Masih Berjalan

Meski pembangunan sudah dimulai, proses hukum tragedi ambruknya gedung empat lantai Ponpes Al Khoziny pada 29 Oktober 2025, yang menewaskan 63 santri dan melukai 104 lainnya, hingga kini belum menetapkan tersangka.

Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah menghormati proses hukum. “Katanya proses hukum jalan terus,” ujarnya singkat.

Polda Jawa Timur memastikan kasus telah masuk tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dan analisis material bangunan terus dilakukan, namun kepolisian belum mengungkap pihak-pihak yang sudah dimintai keterangan.

Baca Juga: Pleno PBNU Sepakati KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum, Muktamar Dijadwalkan Sebelum Idul Adha.

Kombes Jules Abraham Abast sebelumnya mengatakan:

“Sudah naik sidik. Pemeriksaan saksi berjalan. Barang bukti material bangunan juga kami periksa.”

Penyidik masih berkoordinasi dengan kejaksaan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Simbol Kehadiran Negara untuk Dunia Pesantren

Cak Imin menegaskan bahwa pembangunan Ponpes Al Khoziny bukan hanya proyek fisik, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan masa depan pendidikan pesantren.

“Groundbreaking ini bukan sekadar seremonial. Ini momentum muhasabah, ajakan untuk gotong royong memperbaiki pesantren,” tegasnya.

Pemerintah berencana menerapkan model rekonstruksi modern ini secara bertahap pada pesantren lain yang membutuhkan perhatian.

Publisher/Red:

[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]