Prabowo Tegaskan NU Menjadi Pilar Kebesaran Bangsa di Puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang.

Presiden Prabowo menegaskan NU sebagai pilar kebesaran bangsa saat Puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang, Jawa Timur.

(Presiden Prabowo Berpidato Saat Menghadiri Puncak Harlah Satu Abad NU Dok: Istimewa)
PortalJatim24.com - Berita Terkini - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar utama kebesaran bangsa Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri dan memberikan pidato dalam acara puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu pagi, 8 Februari 2026.

Kehadiran Kepala Negara disambut antusias ribuan nahdliyin yang telah memadati stadion sejak pagi hari. Mujahadah Kubro ini menjadi puncak rangkaian peringatan hari lahir satu abad NU yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada 7-8 Februari 2026.

Baca Berita Lainnya: Viral Kasus Jefry Epstein File Dikaitkan dengan Indonesia, Ini Fakta yang Perlu Dipahami Publik

Prabowo: NU Selalu Hadir Menyelamatkan Bangsa

Dalam pidatonya di hadapan ribuan jemaah, Presiden Prabowo mengungkapkan perasaan kebahagiaannya setiap kali berada di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, NU selalu menghadirkan suasana kesejukan, persatuan, dan semangat kebangsaan yang kuat.

“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan. Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, dan semangat ingin menegakkan kedamaian,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa selama satu abad kiprahnya, NU telah membuktikan pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.

“Seratus tahun pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa NU selalu berada di barisan terdepan ketika negara berada dalam situasi genting.

“Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan,” lanjut Prabowo.

Peran Kiai dan Jawa Timur dalam Sejarah Kemerdekaan

Presiden Prabowo secara khusus menyinggung peran historis Jawa Timur dan para kiai NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pascaproklamasi 1945. Ia menyebut Surabaya sebagai saksi ujian sejati kemerdekaan bangsa.

“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya. Rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak mau tunduk kepada siapa pun yang ingin menjajah,” ucapnya.

Menurut Prabowo, keteladanan NU dalam menjaga persatuan nasional merupakan warisan sejarah yang harus terus dirawat oleh generasi bangsa.

Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Mafia Tanah di Darmo 153 Surabaya, Pemkot hingga BPN Akan Diperiksa

Sambutan Meriah dan Gema “Prabowo NU”

Suasana Mujahadah Kubro semakin semarak ketika ribuan peserta meneriakkan yel-yel “Prabowo NU” secara bergemuruh di sela pidato Presiden. Teriakan tersebut bahkan sempat membuat Presiden menghentikan pidatonya sejenak untuk menyapa seluruh peserta dari berbagai sisi stadion.

Pantauan di lokasi, sambutan meriah telah terlihat sejak mobil kepresidenan melintas di sejumlah ruas jalan menuju Stadion Gajayana. Presiden Prabowo tampak berdiri melalui sunroof mobil sambil melambaikan tangan dan membagikan kaos kepada warga yang menyambutnya.

Setibanya di stadion, Presiden disambut sejumlah tokoh VVIP, di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Presiden juga menyempatkan diri menyapa dan menyalami para ibu-ibu yang berada di barisan depan sebelum naik ke panggung dan bersama seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Nahdlatul Ulama.

Dukungan Spiritual NU Jadi Sumber Keberanian Presiden

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengakui bahwa dukungan spiritual dari para kiai, ulama, santri, dan warga NU memberinya keberanian dalam menjalankan tugas kenegaraan.

“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah kiai dan ulama, rasanya saya menjadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran besar jemaah perempuan NU yang menurutnya memiliki kekuatan luar biasa dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial bangsa.

Baca Juga: Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser, GP Ansor Minta Hukum Ditegakkan Tanpa Keistimewaan

PBNU Dukung Rencana Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI

Masih dalam rangkaian agenda kenegaraan Presiden Prabowo, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan gedung untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan badan-badan umat Islam di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Ketua PBNU Mohammad Mukri menilai penyediaan gedung yang representatif bagi MUI merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.

“MUI itu wadah berbagai ormas Islam. Kalau pemerintah menyediakan kantor yang layak dan representatif agar pelayanannya lebih baik, tentu itu langkah yang bagus,” ujar Mukri

Gedung 40 Lantai untuk Lembaga Keumatan

Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan telah menyiapkan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI untuk pembangunan gedung badan-badan umat Islam. Gedung tersebut direncanakan memiliki ketinggian hingga 40 lantai dan akan digunakan oleh MUI, Baznas, serta lembaga-lembaga keumatan lainnya.

Prabowo menegaskan bahwa kehadiran gedung keumatan di pusat ibu kota merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan ruang yang layak bagi institusi keagamaan.

“Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel dan mal. Harus ada juga gedung yang diperuntukkan bagi lembaga-lembaga umat Islam,” tegas Presiden.

PBNU menegaskan bahwa hingga kini belum ada pembahasan terkait keterlibatan NU dalam penggunaan gedung tersebut. Namun, PBNU memastikan mendukung penuh langkah pemerintah sepanjang ditujukan untuk kepentingan umat dan pelayanan keagamaan.

Publisher/Red:

[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]