PMII Gelar Aksi di Jakarta dan Surabaya, Desak Indonesia Keluar dari BoP dan Protes Agresi AS–Israel.

PB PMII menggelar aksi di Istana Negara dan Kedubes AS Jakarta mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace serta menyoroti konflik global.

(Ilustrasi Mahasiswa PMII menggelar aksi demonstrasi menolak Board of Peace)
PortalJatim24.com - Berita Terkini - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara dan Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (10/3/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dinamika geopolitik global yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan nasional Indonesia, baik dalam bidang ekonomi, data digital, maupun pengelolaan sumber daya alam.

Demonstrasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB PMII, M Shofiyulloh Cokro, bersama ratusan kader PMII dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Berita Lainnya: DPR Soroti Konflik Timur Tengah, Usul Penghentian Sementara Haji 2026 hingga Rute Alternatif Penerbangan.

PMII Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace

Dalam orasinya, Cokro menegaskan bahwa Indonesia harus menjaga kedaulatan nasional dan tidak terjebak dalam skema geopolitik global yang dinilai dapat merugikan kepentingan rakyat.

Menurutnya, keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) perlu ditinjau ulang bahkan dihentikan karena berpotensi menjadi instrumen kepentingan negara-negara besar.

“Indonesia tidak boleh menjadi bagian dari skema global yang justru melemahkan kedaulatan bangsa sendiri. Kita menolak segala bentuk tekanan politik dan ekonomi yang membuat Indonesia kehilangan kontrol atas perdagangan, data, maupun sumber daya alamnya,” tegas Cokro dalam orasinya di hadapan massa aksi.

PB PMII menilai kebijakan luar negeri Indonesia harus kembali berpegang pada prinsip politik bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan rakyat serta kemandirian nasional.

Tolak Skema Perdagangan dan Dominasi Ekonomi Asing

Selain menyoroti Board of Peace, PB PMII juga mengkritisi sejumlah skema kerja sama internasional yang dianggap berpotensi merugikan Indonesia.

Salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah mendesak pemerintah menghentikan kerja sama perdagangan melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menurut PB PMII, skema tersebut berpotensi membuka celah dominasi ekonomi asing terhadap pasar domestik Indonesia.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi nasional agar Indonesia tidak bergantung pada kebijakan perdagangan global yang dapat melemahkan posisi negara berkembang.

PMII Serukan Penolakan Aset Terafiliasi Israel

Dalam aksi tersebut, PB PMII juga menyampaikan sikap tegas menolak berbagai bentuk aset maupun ekspansi industrialisasi yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan Israel.

Sikap ini, menurut mereka, merupakan bagian dari konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus bentuk penolakan terhadap praktik penjajahan dan penindasan.

PB PMII menilai Indonesia harus tetap memegang komitmen moral dan politik dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat global.

Baca Juga: Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas Islam di Istana, Bahas Geopolitik Dunia dan Peran Indonesia.

Kedaulatan Data Nasional Jadi Sorotan

Di tengah perkembangan ekonomi digital global, PB PMII juga menyoroti isu kedaulatan data nasional.

Menurut organisasi mahasiswa tersebut, data warga negara kini telah menjadi komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam industri teknologi global.

Karena itu, pemerintah Indonesia diminta memastikan bahwa pengelolaan data nasional tetap berada dalam kontrol negara dan tidak didominasi oleh perusahaan teknologi multinasional.

Desak Amerika Serikat Hentikan Kekerasan dan Tegakkan HAM

Dalam tuntutannya, PB PMII juga mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan kekerasan dan memperkuat penegakan hak asasi manusia secara nyata.

Menurut massa aksi, berbagai konflik dan eskalasi militer di kawasan Timur Tengah telah menimbulkan penderitaan besar bagi warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik geopolitik tersebut.

PB PMII menilai komunitas internasional harus lebih serius dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

Aksi PMII Jatim Geruduk Konjen AS di Surabaya

Sementara itu, aksi serupa juga digelar oleh PKC PMII Jawa Timur yang menggelar demonstrasi di depan Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya pada Senin (9/3/2026).

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi tersebut menggelar aksi sebagai bentuk protes terhadap agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Dalam aksi tersebut, massa bahkan mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendeportasi seluruh warga negara Amerika Serikat yang berada di wilayah provinsi tersebut.

Aksi sempat diwarnai ketegangan ketika massa berupaya membacakan pernyataan sikap tepat di depan gerbang konsulat, namun aparat keamanan tidak mengizinkan. Massa kemudian berpindah ke seberang jalan untuk melanjutkan orasi dan pembacaan tuntutan.

Baca Juga: Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei, Indonesia Akan Evaluasi Posisi dalam BoP ?

PMII Jatim Soroti Dampak Kemanusiaan Konflik Timur Tengah

Wakil Ketua IX Bidang Politik, Kebijakan Publik, dan Ketahanan Regional PKC PMII Jawa Timur, Maulana Rohis Putra, menyatakan bahwa konflik militer yang terjadi saat ini telah melampaui batas kemanusiaan.

Menurutnya, peperangan tidak hanya menghancurkan infrastruktur dan fasilitas publik, tetapi juga merusak masa depan masyarakat sipil yang tidak memiliki keterlibatan dalam konflik tersebut.

“Kami di sini untuk menyampaikan kegelisahan sebagai manusia sekaligus sebagai warga negara yang bisa jadi bakal mengalami hal serupa di masa depan,” ujar Rohis dalam orasinya.

PMII Jawa Timur juga meminta pemerintah daerah untuk secara terbuka mengecam agresi militer yang terjadi serta meninjau kembali berbagai kerja sama strategis yang memiliki keterkaitan dengan kebijakan militer negara-negara yang terlibat konflik.

PMII Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Nasional

PB PMII menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen gerakan mahasiswa untuk terus mengawal kebijakan nasional agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

Organisasi mahasiswa tersebut juga menyatakan akan terus melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat sipil untuk memastikan kedaulatan Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta maupun Surabaya tersebut berjalan relatif tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

Publisher/Penulis:

[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]