Musyawarah Kubro Lirboyo Serukan Islah Hingga Opsi MLB, Mubes Warga NU Ciganjur Cetuskan 9 Rekomendasi

Musyawarah Kubro Lirboyo serukan islah hingga opsi MLB PBNU, sementara Mubes Warga NU Ciganjur melahirkan 9 rekomendasi penting bagi NU.

(Ilustrasi Musyawarah Kubro Lirboyo dan Mubes Warga NU Ciganjur membahas islah serta opsi MLB PBNU)
PortalJatim24.com - Berita Terkini - Musyawarah Kubro bertema “Meneguhkan Keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” digelar di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, pada Ahad (21/12/2025). Forum ini menjadi titik temu para kiai sepuh, mustasyar, serta pengurus NU dari berbagai tingkatan untuk merespons dinamika yang berkembang di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Acara diawali dengan istighatsah yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus. Dalam sambutannya, tuan rumah menyampaikan harapan besar agar Lirboyo menjadi puncak penyelesaian persoalan yang mengemuka di tubuh NU.

“Mudah-mudahan kemelut Nahdlatul Ulama puncaknya di Lirboyo. Setelah di Lirboyo ini mudah-mudahan selesai,” ujar Kiai Kafa.

Baca Berita Lainnya: Perpol 10/2025 Terbit: Komisi Reformasi Polri Pastikan Tak Ada Lagi Polisi Aktif Isi Jabatan Sipil Usai Putusan MK

Dipimpin Rais Syuriyah PWNU Jateng, Diikuti Ratusan PWNU dan PCNU

Setelah pembukaan, panitia meminta Rais Syuriyah dan Ketua PWNU yang hadir untuk maju ke depan forum. Atas kesepakatan peserta, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh ditunjuk memimpin musyawarah penyerapan aspirasi dari PWNU, PCNU, dan PCINU, baik dalam maupun luar negeri.

Musyawarah ini diikuti 521 PWNU dan PCNU secara luring, termasuk PCINU Arab Saudi yang hadir langsung, serta 197 PWNU dan PCNU secara daring. Selama kurang lebih dua jam, forum berlangsung dinamis dengan pembagian waktu aspirasi wilayah barat, tengah, timur Indonesia, serta perwakilan luar negeri.

Di lokasi terpisah yang berdekatan, para mustasyar dan sesepuh NU juga menggelar musyawarah tersendiri. Setelah Musyawarah Kubro selesai, para sesepuh memasuki forum utama dan membacakan hasil keputusan bersama.

Tiga Poin Keputusan Musyawarah Kubro NU

Forum Musyawarah Kubro menghasilkan tiga poin keputusan utama sebagai langkah penyelesaian konflik internal PBNU:

1. Islah dalam Batas Waktu Tiga Hari

Forum memohon agar kedua belah pihak yang berkonflik melakukan islah dengan tenggat waktu paling lambat tiga hari, terhitung sejak Ahad, 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.

2. Mandat kepada Mustasyar jika Islah Gagal

Apabila islah tidak tercapai, kedua pihak wajib menyerahkan mandat kepada mustasyar untuk membentuk panitia muktamar yang netral, dengan batas waktu maksimal satu hari setelah tenggat islah berakhir.

3. Opsi Muktamar Luar Biasa (MLB)

Jika dua opsi sebelumnya tidak terpenuhi, peserta sepakat mencabut mandat dan mengusulkan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) berdasarkan kesepakatan PWNU dan PCNU yang hadir. MLB paling lambat digelar sebelum keberangkatan kloter pertama haji Indonesia.

“Keputusan ini dibuat dengan sebenar-benarnya berdasarkan Musyawarah Kubro, dan ditandatangani oleh peserta yang hadir, baik secara langsung maupun daring,” tegas KH Ubaidullah Shodaqoh saat melaporkan hasil musyawarah.

Baca Juga: Kejati Jatim Periksa Eks dan Kadishub: Dugaan Korupsi PT DABN Penugasan di Pelabuhan Probolinggo

Sikap PBNU dan Pernyataan Gus Yahya di Forum

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) hadir bersama jajaran PBNU dan diberi kesempatan menyampaikan tanggapan atas hasil musyawarah. Dalam pernyataannya, Gus Yahya menegaskan keterbukaannya untuk klarifikasi dan tabayun.

“Saya senantiasa terbuka untuk memberikan klarifikasi dan tabayun terhadap apa pun yang dituduhkan kepada saya, dengan menghadirkan semua bukti dan saksi yang diperlukan,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga menegaskan komitmennya terhadap islah yang berpijak pada kebenaran.

“Saya siap untuk berislah, binaan ‘alal haq, tidak binaan ‘alal bathil. Dan saya taslim terhadap kesepakatan PWNU, PCNU, serta taujihat para mustasyar,” tegasnya.

Gus Yahya mengaku telah menghubungi Rais Aam PBNU untuk menghadap secara langsung, namun hingga forum berlangsung belum memperoleh jawaban.

“Saya akan menunggu sampai 3x24 jam, dan akan melapor kembali,” pungkasnya.

Dalam Musyawarah Kubro ini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tidak hadir.

Kehadiran Kiai Sepuh dan Mustasyar PBNU

Musyawarah Kubro turut dihadiri sejumlah mustasyar PBNU dan kiai sepuh, antara lain KH Ma’ruf Amin (melalui Zoom), KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Said Aqil Siroj, dan KH Muhammad Nuh Addawami.

Dari jajaran Rais Syuriyah PBNU hadir antara lain KH Ali Akbar Marbun, KH Haris Shodaqoh, KH Mu’adz Thohir, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, serta KH Abdul Ghofur Maimoen. Hadir pula Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Katib Syuriyah PBNU KH Athoillah Anwar, dan jajaran pengurus NU se-Indonesia.

Mubes Warga NU Ciganjur Dukung Hasil Musyawarah Kubro Lirboyo

Di hari yang sama, Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU digelar di Ciganjur, Jakarta Selatan. Forum ini mengeluarkan seruan moral yang menegaskan dukungan penuh terhadap hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU di Lirboyo.

Mubes menilai konflik elite di PBNU telah menguras energi NU dan mengalihkan fokus organisasi dari khidmah utama, seperti pemberdayaan umat, pendidikan, keadilan sosial, serta penguatan Ahlussunnah wal Jama’ah.

Forum Ciganjur menyerukan agar pihak-pihak yang berkonflik bersikap sam’an wa tha’atan demi menyelamatkan masa depan NU serta menjaga keteduhan organisasi.

Baca Juga: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Bungkam Usai Kembali Jalani Pemeriksaan KPK Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sembilan Rekomendasi Mubes Warga NU

Mubes Warga NU menghasilkan sembilan rekomendasi penting, antara lain:

1. Mendukung penuh para masyayikh dan mustasyar NU, khususnya hasil Musyawarah Kubro Lirboyo

2. Mempercepat pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, atau MLB jika diperlukan

3. Menyerukan muktamirin agar tidak memilih figur yang terlibat konflik

4. Mengembalikan penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU pada mekanisme kearifan para masyayikh

5. Menolak intervensi pihak luar terhadap NU

6. Menegaskan independensi jam’iyyah dan orientasi kemaslahatan umat

7. Meminta konsesi tambang NU dikembalikan kepada negara

8. Mendesak penetapan bencana ekologi nasional di Sumatera serta pembelaan terhadap kelompok mustadl’afin

9. Mengajak seluruh warga NU menjaga ukhuwah dan tidak larut dalam konflik elite

Lanjutan dari Rangkaian Pertemuan Sesepuh NU

Musyawarah Kubro Lirboyo merupakan tindak lanjut dari rangkaian pertemuan sesepuh dan mustasyar NU sebelumnya yang digelar di Pesantren Al-Falah Ploso (30 November 2025) dan Pesantren Tebuireng Jombang (6 Desember 2025).

Forum-forum tersebut membahas persoalan PBNU yang mencuat ke publik sejak beredarnya risalah Rapat Harian Syuriyah pada 20 November 2025, sekaligus menjadi ikhtiar kolektif untuk menjaga keutuhan NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah.er 2025, sekaligus menjadi ikhtiar kolektif untuk menjaga keutuhan NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah.

Publisher/Red:

[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]