Pemda Malang Raya Dukung Penuh Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU 2026, Momentum Sinergi Ulama dan Umara.
![]() |
| (Ilustrasi Suasana Mujahadah Kubro puncak Harlah 1 Abad NU 2026 di Malang dengan ribuan jamaah) |
Diproyeksikan, lebih dari 75 ribu hingga 100 ribu jamaah akan memadati Kota Malang. Skala tersebut menjadikan Mujahadah Kubro sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar di Jawa Timur pada 2026.
Baca Berita Lainnya: DPR RI Tegaskan Guru Honorer Butuh Perlindungan dan Kepastian Status, Banyak Guru Digaji di Bawah Rp 500 Ribu
Sinergi Ulama dan Umara Jadi Fondasi Utama Puncak Harlah 1 Abad NU
Sekretaris PCNU Kota Malang, Prof. Dr. H. Faishol Fatawi, menegaskan bahwa sejak awal, konsolidasi puncak Harlah 1 Abad NU digerakkan oleh PWNU Jawa Timur melalui koordinasi lintas struktur dan lintas sektor.
“Ini bukan sekadar kegiatan jam’iyyah NU. Ini kolaborasi antara NU, pemerintah daerah se-Malang Raya, TNI dan Polri, media massa, dan elemen masyarakat. Sinergi ulama dan umara ini benar-benar nyata,” ujar Prof Faishol saat rapat koordinasi panitia, Jumat malam (23/1/2026).
Menurutnya, rapat-rapat panitia tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi menjadi ruang temu antara kepentingan keagamaan, tata kelola kota, dan keamanan publik.
“Di situlah sinergi ulama dan umara menemukan wujudnya. Ini bukan slogan, tapi kerja bersama yang terukur dan sistematis,” tegasnya.
Pemkot Malang dan Pemda Malang Raya All Out Dukung Mujahadah Kubro
Ketua Panitia Lokal (Panlok) Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H. Edy Hayatullah, menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah daerah sejak awal menjadi faktor kunci suksesnya persiapan.
Pemkot Malang sebagai shohibul wilayah memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitasi sarana prasarana, pengaturan wilayah, hingga koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD)
“Alhamdulillah, Pemkot Malang sangat mendukung. Koordinasi berjalan baik dan menunjukkan bahwa agenda keagamaan NU diposisikan sebagai bagian penting dari kehidupan kota,” ujar Gus Edy, pengasuh Pesantren Al Hikam Malang.
Dukungan tersebut juga datang dari Pemkab Malang, Pemkot Batu, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang memandang peringatan satu abad NU sebagai momentum bersama, bukan sekadar kegiatan organisasi.
NU Tampil sebagai Bridge Builder Negara dan Umat
Prof Faishol menambahkan, momentum puncak Harlah 1 Abad NU di Kota Malang menegaskan peran NU sebagai bridge builder, jembatan sosial yang menghubungkan negara dan umat.
“Satpol PP, Dishub, OPD, Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Polri semuanya bergerak bersama. Ini model pengamanan berbasis kolaborasi dan kedisiplinan organisasi,” jelasnya.
Banser dan Pagar Nusa dilibatkan penuh sebagai pengamanan internal NU, bersinergi erat dengan TNI dan Polri yang memastikan keamanan umum.
“Semua bergerak bersama. Dengan skala jamaah sebesar ini, sinergi menjadi kunci,” imbuhnya.
Baca Juga: Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi, Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Proyeksi Jamaah Capai Hingga 100 Ribu Orang
Panitia memproyeksikan jumlah jamaah sebagai berikut:
- PCNU Kota Malang: ±15.000 jamaah
- PCNU Kabupaten Malang: ±15.000 jamaah
- PCNU Kota Batu: ±5.000 jamaah
- PCNU se-Jawa Timur di luar Malang Raya: ±40.000 jamaah
Total jamaah diperkirakan mencapai 75.000 orang, dengan potensi meningkat hingga 100.000 jamaah.
“Ada 43 PCNU di Jawa Timur. Rata-rata mengirim sekitar seribu jamaah sesuai arahan PWNU Jatim,” ungkap Gus Edy.
100 Posko Layanan Disiapkan PCNU Kota Malang
Untuk menyambut puluhan ribu jamaah, PCNU Kota Malang menyiapkan 100 posko layanan yang tersebar di titik-titik strategis Kota Malang.
Posko tersebut disiapkan untuk layanan jamaah, koordinasi wilayah, hingga pengamanan dan kesehatan.
“Mujahadah Kubro adalah momentum spiritual dan kebangsaan. Kesiapan harus matang, mulai layanan jamaah, pengamanan, hingga rekayasa arus kedatangan,” tegas Gus Edy.
Pengamanan Berlapis Libatkan Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Polri
Pengamanan Mujahadah Kubro dilakukan secara berlapis dan terintegrasi. Selain Banser dan Pagar Nusa, panitia juga berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya, yang menyatakan siap mendukung penuh.
“PCNU Malang Raya siap sepenuhnya. Dukungan dari TNI dan Polri luar biasa,” ujar Prof Faishol.
Stadion Gajayana dan Kawasan Sekitar Siap Tampung Jamaah
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyatakan Stadion Gajayana siap digunakan untuk kegiatan berskala besar.
Kapasitas stadion:
- Area rumput: ±10.000 jamaah
- Tribun: ±15.000 jamaah
Selain itu, kawasan luar stadion disiapkan untuk menampung hingga 70.000 jamaah, sebagai antisipasi lonjakan massa.
“Jika kehadiran mencapai 100 ribu jamaah, kawasan luar stadion akan dimanfaatkan dan ruas jalan sekitar sudah dikondisikan,” jelasnya.
Dishub Malang Atur Transit, Drop Zone, dan 800 Bus Jamaah
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memprediksi sekitar 800 bus jamaah akan masuk ke wilayah Kota Malang.
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa kedatangan rombongan jamaah akan diatur berdasarkan waktu dan arah kedatangan.
“Rombongan dari utara, barat, dan selatan sudah ditentukan jam masuknya. Setelah masuk Kota Malang, langsung diarahkan ke transit dan drop zone,” ujarnya.
Sejumlah lokasi transit disiapkan, antara lain:
- Bakorwil Malang
- Polkesma
- SMKN 3 Malang
- Lapangan Rektorat UM
- Graha Cakrawala
- Samantha Krida
- MIN 1, MAN 2, SMPN 8
- Masjid Jami
Bus akan diparkir terpisah, sementara jamaah berjalan kaki menuju Stadion Gajayana yang disterilkan dari kendaraan.
Mujahadah Kubro, Puncak Spiritualitas dan Konsolidasi Kebangsaan
Ketua Steering Committee Panlok Harlah 1 Abad NU, Prof. Dr. Agus Maimun, menegaskan bahwa Mujahadah Kubro merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan Harlah 1 Abad NU yang dimulai sejak 7 Januari 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi ziarah muasis NU, pengobatan gratis, lomba keagamaan dan kebudayaan, serta berbagai agenda sosial dan pemberdayaan umat.
“Mujahadah Kubro bukan hanya ritual spiritual, tapi juga ruang konsolidasi nilai kebangsaan. Ini adalah tradisi NU sejak lahir,” ujarnya.
Ia juga menyebut dukungan langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang sebagai pesan kebangsaan yang kuat, menandakan sinergi ulama dan umara berjalan sangat baik.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Dilaporkan Dugaan Penipuan Rp 28 Miliar Investasi Fiktif , Kasus Naik ke Tahap Penyidikan.
Potensi Kehadiran Presiden, Persiapan Dimatangkan
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, selaku Ketua Pelaksana Mujahadah Kubro, mengungkapkan informasi dari PWNU Jatim terkait kemungkinan kehadiran Presiden RI pada puncak acara.
“Kami terus mematangkan persiapan, termasuk transit, drop zone, dan sosialisasi kepada warga Kota Malang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Malang atas potensi gangguan aktivitas selama pelaksanaan kegiatan.
Simbol Persatuan NU dan Harmoni Negara-Umat
Dengan kesiapan posko, pengamanan berlapis, pengaturan transportasi, serta dukungan penuh pemerintah dan aparat keamanan, Mujahadah Kubro Puncak Harlah 1 Abad NU 2026 di Kota Malang diyakini akan berlangsung tertib, aman, dan khidmat.
Lebih dari sekadar peringatan satu abad organisasi, kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan warga NU, sekaligus cermin harmoni antara agama, negara, dan masyarakat di tengah dinamika kebangsaan Indonesia.
Publisher/Red:
[Tim Redaksi portaljatim24.com (AZAA/KK)]
